Museum Sisa Hartaku Jogja Bagus Untuk Wisata Anak Sekolah

SHARE
Museum Sisa Hartaku Jogja Bagus Untuk Wisata Anak Sekolah

Berwisata ke jogja memang mengasyikan untuk menghabiskan liburan bersama teman dan keluarga. Menikmati asrinya pegunungan merapi yang sejuk. Hingga waktu libur usai anda akan merindukan Jogja hingga akhirnya berpikir untuk tinggal disana.

Tapi bagi sebagian orang pribumi jogja yang tinggal di dekat Gunung Merapi justru ingin berpindah ke tempat yang lebih aman karena tinggal di dekat gunung merapi membuat mereka dilema. Gunung Merapi bisa kapan saja mengeluarkan amarahnya dan meluapkan lahar panas seperti yang terakhir kali pada tahun 2010.

Tepat pukul 12.04, Gunung Merapi mengeluarkan erupsi yang bisa membakar disekitarnya termasuk rumah bapak Riyanto yang habis dilahap gunung merapi. Akibatnya rumahnya kini hanya tersisa-sisa kenangan selama ia menetap disana.

Namun Bapak Riyanto tidak menangisi harta bendanya yang habis. Ia justru bangkit dan akhirnya mendirikan sebuah museum mini yang dinamakan dengan museum sisa hartaku. Museum ini menampilkan apik posisi harta benda milik Bapak Riyanto sebelum detik-detik terkena erupsi.

Sebelum menjadi populer dan menjadi distinasi wisata jogja, awalnya museum ini belum banyak orang yang tahu tetapi banyaknya pengunjung gunung merapi yang melintas dan melihat tanda bertuliskan “museum sisa hartaku” membuat daya tari wisatawan untuk singgah dan mampir ke tempat ini.

Hingga akhirnya museum yang awalnya hanya ingin mengumpulkan sisa hartanya menjadi populer dan kini banyak pihak sekolah yang ingin mengunjungi museum miliknya sebagai study tour atau wisata anak sekolah yang baik untuk mengenalkan ganasnya letusan gunung merapi.

Museum Sisa Hartaku Jogja Jadi Tempat Wisata Anak Sekolah Yang Populer

Museum Sisa Hartaku Jogja Bagus Untuk Wisata Anak Sekolah

Jika anak-anak atau anda sendiri berkungjung ke museum yang sebenarnya rumah milik Bapak Riyanto ini, anda akan melihat betapa pedihnya rumah yang selama ini ditempati hanya tersisa-sisa puing. Bahkan anda akan melihat kerangka-kerangka sapi yang mati akibat lahar panas yang ditinggalkan bapak Riyanto.

Tak hanya itu saja, di dalam museum ini juga terdapat sebuah motor yang lebih kecil dibandingkan kerangka sapi tersebut. Motor milik Bapak Riyanto hanya tersisa besi-besi yang sudah usang dan bahkan hampir rapuh. Disana juga anda akan melihat peralatan masak milik istri Bapak Riyanto yang meleleh dan sudah tidak terbentuk lagi. Ada juga botol-botol kaca yang tidak pecah namun berubah bentuk.

Jika anda memperhatikan pada dinding-dinding terdapat sebuah jam yang sudah mati dan menunjukan waktu kejadian letusan gunung berapi.
Saking uniknya, banyak kolektor yang ingin membeli barang-barang sisa harta Bapak Riyanto ini namun dengan berbagai alasan, ia menolaknya karena ingin mengenang masa-masa kelam setelah kejadian tersebut.

Baca Juga: Daftar Harga Hotel di Bali Kualitas Fasilitas Terbaik

Museum Mini Sisa Hartaku ini sangat baik untuk anak-anak jika mengunjungi sebuah museum biasanya hanya akan melihat dengan masa-masa terdahulu namun museum ini anak-anak akan melihat kejadian tahun 2010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.